Friday, May 11, 2012
Hukum Melafalkan Niat dalam Shalat, Apakah Hal Itu Bid'ah?
Makna Niat dan tempatnya:
-
Niat berasal dari kata ŁŁŁ-ŁŁŁŁ dan jama’nya adalah Ų§ŁŁŁŲ§ŲŖ
-
Secara bahasa berarti Ų§ŁŁŲµŲÆ (Maksud/Tujuan) *lihat lisĆ¢nul-Arab 348/15
(Versi Al-Maktabah Asy-Syâmilah
-
Demikian juga
bermakna Ų§ŁŲŲ§Ų¬Ų© (kebutuhan), dan Ų§ŁŲØŲ¹ŲÆ (Jauh), dan juga berarti tempat tujuan seorang
musafir, baik itu jauh ataupun dekat *Lihat Al-Qamƻs Al-Fiqhi lughatan
wa ishtilâhan 1/363-364 Versi Al-Maktabah Asy-Syâmilah
-
Secara istilah berarti:
“Tekad untuk mengerjakan sesuatu dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah
swt.
Tempat Niat:
-
Tempat niat adalah hati
-
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ditanya tentang
tempat niat, apakah di hati atau di lidah? Lalu beliau menjawab “Alhamdulillah,
tempat niat adalah hati, bukan lidah, para Imam sepakat akan hal ini, untuk
segala macam ibadah: Shalat, thaharah, zakat, haji, puasa, memerdekakan budak,
jihad, dan yang lainnya. Jikapun seseorang mengucapkan niat dengan lidahnya
namun tidak sesuai dengan apa yang diniatkan di hatinya, maka yang dianggap
adalah apa yang dinaitkan di hatinya bukan apa yang diucapkan oleh lidahnya,
dan meskipun seseorang mengucapkan di lidahnya, namun di hatinya tidak ada niat
apapun, maka itu tidak ada gunanya, para imam sepakat akan hal ini.”
Hukum Niat dalam shalat:
-
Imam An-Nawawi rahimahullâh berkata:
“(Adapun hukum masalah niat ini) Maka niat itu wajib, tidak sah shalat tanpa
niat, Ibnul-Mundzir menukil dalam kitabnya ‘Al-IsyrĆ¢f’ dan kitab ‘Al-IjmĆ¢`’
demikian pula Syaikh Abu Hamid Al-Isfirâyinie, Al-Qâdli Abu At-Thayyib, Serta
pengarang kitab Asy-Syâmil dan Muhammad bin Yahya dan yang lainnya,
mereka menukil [dalam kitab mereka] tentang kesepakatan para ulama’ bahwasanya
shalat tidak sah tanpa niat” (Lihat kitab Al-MajmĆ»` 241)
Apakah melafalkan niat
itu bid’ah?
-
Melafalkan niat itu tidak ada
dasarnya/dalilnya, tidak ada riwayat yang dinukil dari Nabi shallallâhu `alaihi
wa sallam, baik dari jalan yang shahih, ataupun dari jalan yang dla’if yang
menjelaskan bahwa Nabi melafalkan niat ketika hendak shalat.
-
Ibnul-Qayyim rahimahullâh berkata:
“Rasulullah shallallĆ¢hu `alaihi wa sallam Ketika hendak shalat beliau
mengucapkan ‘Allahu Akbar’ dan tidak mengucapkan apapun sebelumnya, tidak
pernah sama sekali melafalkan niat, tidak mengucapkan ‘Aku berniat shalat (ini)
menghadap Kiblat, empat raka’at, sebagai imam atau ma`mum’ beliau tidak
juga mengucapkan ‘AdĆ¢’ atau QadlĆ¢’’ tidak juga mengucapkan ‘Fardlu
karena Allah ta’alĆ¢ ‘ , Ini adalah perkara bid’ah, tidak ada seorang pun
yang menukil dari nabi baik dengan sanad yang shahih ataupun dla’if, tidak
dalam riwayat yang bersanad, juga tidak
dalam riwayat yang mursal, tidak ada sama sekali meskipun hanya satu lafal,
bahkat tidak ada seorangpun yang menukil meski dari para sahabat Rasulullah.
(Lihat kitab Zâdul-Ma`âd 1/201, maktabah al-manâr al-Islâmiyah,
juga dalam Al-Maktabah Asy-Syâmilah dalam kitab yang sama 1/194.)
Thursday, December 15, 2011
E-Books
Download E-Books portable, format .exe (aplication)
1. Kitab Al-Bidayah wa An-Nihayah (Ibnu Katsir)
1. Kitab Al-Bidayah wa An-Nihayah (Ibnu Katsir)
(Ų§ŁŲØŲÆŲ§ŁŲ© Ł Ų§ŁŁŁŲ§ŁŲ© (ŁŲ§ŲØŁ ŁŲ«ŁŲ±
2. Kitab Al-Fawaid (Ibnu Qayyim Al-Jauziyah)
Ų§ŁŁŁŲ§Ų¦ŲÆ ŁŲ§ŲØŁ Ų§ŁŁŁŁ
Ų§ŁŲ¬ŁŲ²ŁŲ©
Labels:
E-Books
|
1 comments
Sunday, December 11, 2011
Rasakanlah, Cinta...
Ketika lidah ini tak sanggup lagi bergerak
Bibir tak sanggup lagi berucap
Hati ini kan mengeluh
Berteriak..
Betapa ia ingin mengungkapkan besarnya cinta ku pada mu
Membuncah, hendak meledak
Bagai lahar merayap ke kawah
Hati ini meronta
Tak sedikitpun ia sanggup berkata
Hanya air mata menghiba
Memohon penuh cinta
Ingin kau mengerti mengapa ia mengalir
Mengalir membawa beribu makna
Beribu makna cinta yang tertahan
dalam ketidakberdayaan ku berkata
Bibir tak sanggup lagi berucap
Hati ini kan mengeluh
Berteriak..
Betapa ia ingin mengungkapkan besarnya cinta ku pada mu
Membuncah, hendak meledak
Bagai lahar merayap ke kawah
Hati ini meronta
Tak sedikitpun ia sanggup berkata
Hanya air mata menghiba
Memohon penuh cinta
Ingin kau mengerti mengapa ia mengalir
Mengalir membawa beribu makna
Beribu makna cinta yang tertahan
dalam ketidakberdayaan ku berkata
Labels:
Poems
|
5
comments
Hatiku Bertutur
Andai pagi ini dapat mendengar keluh kesah ku menahan rindu
Lalu ia menyampaikannya pada mu
Maka kau tau,
Bahwa ku seakan tenggelam dalam lautan madu
Memang manis, namun membunuh nafas
Dingin yang membelaiku kini
Hanyalah setitik dari dinginnya hati ku yang membeku
Ku merasa lunglai,
Tiap kali ku teguk anggur cinta yang lenyapkan kesadaran ku
Begitu manis dan lezat,
Namun, ia pun dapat meracuni ku
Lalu ia menyampaikannya pada mu
Maka kau tau,
Bahwa ku seakan tenggelam dalam lautan madu
Memang manis, namun membunuh nafas
Dingin yang membelaiku kini
Hanyalah setitik dari dinginnya hati ku yang membeku
Ku merasa lunglai,
Tiap kali ku teguk anggur cinta yang lenyapkan kesadaran ku
Begitu manis dan lezat,
Namun, ia pun dapat meracuni ku
Labels:
Poems
|
0
comments
Sunyi Setangkai Hati
Malam ini...
Terasa teramat sunyi tanpa mu
Hati ku menangis dalam sepi
Ingin menggapai mu di sana
Dan membawa mu pergi
Apakah kau tak mendengar,
sesenggukan isak tangis ku?
Apakah kau tak merasakan,
sepinya jiwa ku?
Kau tertawa di sana,
Sedang ku menyeka air mata
Terasa teramat sunyi tanpa mu
Hati ku menangis dalam sepi
Ingin menggapai mu di sana
Dan membawa mu pergi
Apakah kau tak mendengar,
sesenggukan isak tangis ku?
Apakah kau tak merasakan,
sepinya jiwa ku?
Kau tertawa di sana,
Sedang ku menyeka air mata
Labels:
Poems
|
0
comments
Maya...
Di balik cakrawala
Surya tertelan senja
Bias cahaya rembulan
Remang,, menyeruak di balik reranting kering
Lukiskan indahnya cahaya mata mu
Ya.. ada cahaya di sana
Ketika ku tata cita,
yang pernah ku rajut dalam perihnya luka karena cinta
Apalah artinya duka,
tanpa cita dan cinta?
Apalah artinya bahagia,
bagi jingga yang ternoda?
Surya tertelan senja
Bias cahaya rembulan
Remang,, menyeruak di balik reranting kering
Lukiskan indahnya cahaya mata mu
Ya.. ada cahaya di sana
Ketika ku tata cita,
yang pernah ku rajut dalam perihnya luka karena cinta
Apalah artinya duka,
tanpa cita dan cinta?
Apalah artinya bahagia,
bagi jingga yang ternoda?
Labels:
Poems
|
0
comments
Menyapa Cinta
Pagi Cinta,
Betapa segar cintaku ini
Sejuk, ibarat kabut yang selimuti pagi ini
Lihatlah,
Hati ku seakan ditumbuhi bunga-bunga,
Mekar, mewangi...
Berbintik embun di kelopak
Menetes segarkan akar yang dahaga akan siraman bahagia
Betapa segar cintaku ini
Sejuk, ibarat kabut yang selimuti pagi ini
Lihatlah,
Hati ku seakan ditumbuhi bunga-bunga,
Mekar, mewangi...
Berbintik embun di kelopak
Menetes segarkan akar yang dahaga akan siraman bahagia
Labels:
Poems
|
0
comments
Esok atau Lusa
Ku rangkai harapan dengan air mata
Menyulam mimpi dalam pedihnya hati
Melangkah tertatih menapak hari-hari
Meski lelah tak terperi
Ku tak menyerah menggapai senyum mu yang berseri
Sebuah harapan
Seperti mimpi akar-akar di musim kemarau,
akan hadirnya embun segar,
tak kering dilanda terik
Ia tahu esok hujan kan menyapa
Menyulam mimpi dalam pedihnya hati
Melangkah tertatih menapak hari-hari
Meski lelah tak terperi
Ku tak menyerah menggapai senyum mu yang berseri
Sebuah harapan
Seperti mimpi akar-akar di musim kemarau,
akan hadirnya embun segar,
tak kering dilanda terik
Ia tahu esok hujan kan menyapa
Labels:
Poems
|
0
comments
Mimpi Dalam Sadar
Tertahan langkah
Saat ku sadar
Aku bukanlah diriku
Aku melangkah sesuai yang kau mau
Mimpi itu sangat panjang
Mimpi yang menyiksaku
Mimpi yang merubah diriku sesuai yang kau mau
Lalu, ke mana kah diriku?
Saat ku sadar
Aku bukanlah diriku
Aku melangkah sesuai yang kau mau
Mimpi itu sangat panjang
Mimpi yang menyiksaku
Mimpi yang merubah diriku sesuai yang kau mau
Lalu, ke mana kah diriku?
Labels:
Poems
|
0
comments
Fana.....
Dalam diamku
Beredar dunia dalam imajinasi
Rindang hijau bak hutan belantara
Indah berikalau bak mutiara
Indah... suburkan asa dan cita-cita
Fatamorgana,,
Kala ku sadar dan terjaga
Hijau itu kuning tak tersisa
Hijau itu hanya imajinasi, tak nyata
Hijau itu pudar tertelan masa
Beredar dunia dalam imajinasi
Rindang hijau bak hutan belantara
Indah berikalau bak mutiara
Indah... suburkan asa dan cita-cita
Fatamorgana,,
Kala ku sadar dan terjaga
Hijau itu kuning tak tersisa
Hijau itu hanya imajinasi, tak nyata
Hijau itu pudar tertelan masa
Labels:
Poems
|
0
comments
Friday, December 9, 2011
Bahaya Lisan
Lihatlah dunia, seakan tak tersisa kecuali puing-puingnya, pertumpahan darah di mana-mana dan di setiap masa, kadang kita tak menyadari bahwa penyebab pertumpahan darah itu adalah sesuatu yang kita anggap sangat ringan, kita anggap sangat remeh. Lidah kita, meskipun kita tak harus meminta bantuan orang lain untuk membawanya ke mana-mana karena dia ringan, tak harus meminta bantuan orang lain untuk menggerakkannya karena dia lentur, namun dia begitu tajam, teramat sangat tajam... jauh lebih tajam sekalipun kita bandingkan dengan mata pedang, ya,,, karena pedang melukai jasad yang dapat diobati dengan mudah, sedang lidah melukai hati yang hingga kini tak mudah kita mendapatkan obatnya..
Labels:
Cermin Jiwa
|
0
comments
Angan........
Aku terlelap dalam rencana masa laluku
Terkurung dalam gema-gema kehidupan yang mengepungku
Terjerat dalam tali sesal masa silamku
Bersama Siluet ku bertapa
Dalam sesal dan air mata
Bukan waktu yang panjang
Namun anganku yang melayang
Bukan dunia yang sepi
Namun hati yang dirundung sunyi
Terkurung dalam gema-gema kehidupan yang mengepungku
Terjerat dalam tali sesal masa silamku
Bersama Siluet ku bertapa
Dalam sesal dan air mata
Bukan waktu yang panjang
Namun anganku yang melayang
Bukan dunia yang sepi
Namun hati yang dirundung sunyi
Labels:
Poems
|
0
comments
Tuesday, December 6, 2011
Tekad
Tanpa ku sadari, ku telah teralalu jauh melangkah..
Melangkahkan kaki, menghayunkan tangan dengan gontai..
Hingga ku berdiri jauh dari tempat awal ku berpijak!
Goresan demi goresan perlahan menyayatku..
Rupanya..
Ku terjebak dalam ranjau yang dapat membunuhku…
Tak ada pilihan bagi ku untuk diam..
Atau ranjau kan menikamku..
Tak ada pula pilihan untuk mundur……
Atau penderitaan kan mengepungku…
Pilihan ku hanya tetap maju…
Labels:
Poems
|
0
comments
Subscribe to:
Posts (Atom)
