Thursday, December 15, 2011
E-Books
Download E-Books portable, format .exe (aplication)
1. Kitab Al-Bidayah wa An-Nihayah (Ibnu Katsir)
1. Kitab Al-Bidayah wa An-Nihayah (Ibnu Katsir)
(البداية و النهاية (لابن كثير
2. Kitab Al-Fawaid (Ibnu Qayyim Al-Jauziyah)
الفوائد لابن القيم الجوزية
Labels:
E-Books
|
1 comments
Sunday, December 11, 2011
Rasakanlah, Cinta...
Ketika lidah ini tak sanggup lagi bergerak
Bibir tak sanggup lagi berucap
Hati ini kan mengeluh
Berteriak..
Betapa ia ingin mengungkapkan besarnya cinta ku pada mu
Membuncah, hendak meledak
Bagai lahar merayap ke kawah
Hati ini meronta
Tak sedikitpun ia sanggup berkata
Hanya air mata menghiba
Memohon penuh cinta
Ingin kau mengerti mengapa ia mengalir
Mengalir membawa beribu makna
Beribu makna cinta yang tertahan
dalam ketidakberdayaan ku berkata
Bibir tak sanggup lagi berucap
Hati ini kan mengeluh
Berteriak..
Betapa ia ingin mengungkapkan besarnya cinta ku pada mu
Membuncah, hendak meledak
Bagai lahar merayap ke kawah
Hati ini meronta
Tak sedikitpun ia sanggup berkata
Hanya air mata menghiba
Memohon penuh cinta
Ingin kau mengerti mengapa ia mengalir
Mengalir membawa beribu makna
Beribu makna cinta yang tertahan
dalam ketidakberdayaan ku berkata
Labels:
Poems
|
5
comments
Hatiku Bertutur
Andai pagi ini dapat mendengar keluh kesah ku menahan rindu
Lalu ia menyampaikannya pada mu
Maka kau tau,
Bahwa ku seakan tenggelam dalam lautan madu
Memang manis, namun membunuh nafas
Dingin yang membelaiku kini
Hanyalah setitik dari dinginnya hati ku yang membeku
Ku merasa lunglai,
Tiap kali ku teguk anggur cinta yang lenyapkan kesadaran ku
Begitu manis dan lezat,
Namun, ia pun dapat meracuni ku
Lalu ia menyampaikannya pada mu
Maka kau tau,
Bahwa ku seakan tenggelam dalam lautan madu
Memang manis, namun membunuh nafas
Dingin yang membelaiku kini
Hanyalah setitik dari dinginnya hati ku yang membeku
Ku merasa lunglai,
Tiap kali ku teguk anggur cinta yang lenyapkan kesadaran ku
Begitu manis dan lezat,
Namun, ia pun dapat meracuni ku
Labels:
Poems
|
0
comments
Sunyi Setangkai Hati
Malam ini...
Terasa teramat sunyi tanpa mu
Hati ku menangis dalam sepi
Ingin menggapai mu di sana
Dan membawa mu pergi
Apakah kau tak mendengar,
sesenggukan isak tangis ku?
Apakah kau tak merasakan,
sepinya jiwa ku?
Kau tertawa di sana,
Sedang ku menyeka air mata
Terasa teramat sunyi tanpa mu
Hati ku menangis dalam sepi
Ingin menggapai mu di sana
Dan membawa mu pergi
Apakah kau tak mendengar,
sesenggukan isak tangis ku?
Apakah kau tak merasakan,
sepinya jiwa ku?
Kau tertawa di sana,
Sedang ku menyeka air mata
Labels:
Poems
|
0
comments
Maya...
Di balik cakrawala
Surya tertelan senja
Bias cahaya rembulan
Remang,, menyeruak di balik reranting kering
Lukiskan indahnya cahaya mata mu
Ya.. ada cahaya di sana
Ketika ku tata cita,
yang pernah ku rajut dalam perihnya luka karena cinta
Apalah artinya duka,
tanpa cita dan cinta?
Apalah artinya bahagia,
bagi jingga yang ternoda?
Surya tertelan senja
Bias cahaya rembulan
Remang,, menyeruak di balik reranting kering
Lukiskan indahnya cahaya mata mu
Ya.. ada cahaya di sana
Ketika ku tata cita,
yang pernah ku rajut dalam perihnya luka karena cinta
Apalah artinya duka,
tanpa cita dan cinta?
Apalah artinya bahagia,
bagi jingga yang ternoda?
Labels:
Poems
|
0
comments
Menyapa Cinta
Pagi Cinta,
Betapa segar cintaku ini
Sejuk, ibarat kabut yang selimuti pagi ini
Lihatlah,
Hati ku seakan ditumbuhi bunga-bunga,
Mekar, mewangi...
Berbintik embun di kelopak
Menetes segarkan akar yang dahaga akan siraman bahagia
Betapa segar cintaku ini
Sejuk, ibarat kabut yang selimuti pagi ini
Lihatlah,
Hati ku seakan ditumbuhi bunga-bunga,
Mekar, mewangi...
Berbintik embun di kelopak
Menetes segarkan akar yang dahaga akan siraman bahagia
Labels:
Poems
|
0
comments
Esok atau Lusa
Ku rangkai harapan dengan air mata
Menyulam mimpi dalam pedihnya hati
Melangkah tertatih menapak hari-hari
Meski lelah tak terperi
Ku tak menyerah menggapai senyum mu yang berseri
Sebuah harapan
Seperti mimpi akar-akar di musim kemarau,
akan hadirnya embun segar,
tak kering dilanda terik
Ia tahu esok hujan kan menyapa
Menyulam mimpi dalam pedihnya hati
Melangkah tertatih menapak hari-hari
Meski lelah tak terperi
Ku tak menyerah menggapai senyum mu yang berseri
Sebuah harapan
Seperti mimpi akar-akar di musim kemarau,
akan hadirnya embun segar,
tak kering dilanda terik
Ia tahu esok hujan kan menyapa
Labels:
Poems
|
0
comments
Subscribe to:
Posts (Atom)
